Rabu, 19 Februari 2014

Membuat Router di Linux

Hal² yang harus di siapkan dalam pembuatan router sederhana:
1. PC Minimal P2 Memory 64 Mb
2. Ethernet Minimal 2 Buah
3. Cd Linux Distro Redhat
Dalam hal ini saya tidak akan membahas bagaimana cara menginstal linux nya tapi hanya firewall untuk sebuah router sederhana, dalam pembuatan router sederhana ini kita hanya memerlukan firewall(yang saya gunakan adalah iptables dan proxy server Opt) :

Konfigurasi firewall untuk sebuah router sederhana adalah seperti di bawah ini

#——————-#
# Seting Ip Forward #
#——————-#
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
#————#
# Seting NAT #
#————#
iptables -t nat -A POSTROUTING -s ab.c.d.e/24 -j SNAT –to-source 123.45.67.890
#—————————-#
#Redirect HTTP+HTTPS ke Proxy#
#—————————-#
iptables -t nat -I PREROUTING -s ab.c.d.e/24 -p tcp -d ! 123.45.67.890 –dport 80 -j REDIRECT –to-port 3128
iptables -t nat -I PREROUTING -s ab.c.d.e/24 -p tcp -d ! 123.45.67.890 –dport 443 -j REDIRECT –to-port 3128
#——-#
#Forward#
#——-#
iptables -A FORWARD -p tcp –dport 25 -j LOG
#ijinkan acces ke Smtp server
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp –dport 25 -j ACCEPT
#ijinkan acces ke DNS Server
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp –dport 53 -j ACCEPT
#ijinkan acces Http
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp –dport 80 -j ACCEPT
#ijinkan acces ke Pop3
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp –dport 110 -j ACCEPT
#ijinkan acces ke https
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp –dport 443 -j ACCEPT
#Tutup Semua Port yang tidak akan di gunakan
iptables -A FORWARD -s ab.c.d.e/24 -p tcp -j DROP

#—————-#
#4.Rule Lain Lain#
#—————-#
iptables-save > /etc/sysconfig/iptables
service iptables restart
iptables-save

Langkah-langkah Membuat User, Grup, File pada Linux Ubuntu

Cara Menambah / Membuat User :
Langkah pertama kali membuat 3 user kita masuk ke terminal, caranya adalah :
1. Buka Terminal
 
2. Selanjutnya ketik sudo adduser <nama user yang diinginkan>, tunggu proses setelah itu akan muncul kata-kata Enter new UNIX password : (masukkan password yg anda inginkan) dan Retype new UNIX password : (masukkan password yg anda inginkan). Setelah itu isi nama Full Name [] : ( nama user yang diinginkan). Lalu Enter. Pada Is The information corret? [Y/n], Ketiklah Y.
3. Ketik Sudo adduser user1
 
 
4. Ketik Sudo adduser user2
 
5. Ketik Sudo adduser user3
 
6. Selanjutnya untuk melihat user kita sudah masuk atau belum user tersebut, ketik cat/ etc/passwd.
 
Cara Membuat File :
Membuat File di User1, Pertama Kita harus login dulu di user1.
1. Caranya ketik sudo login user1 :
 
2. Setelah itu kita membuat file di dalam user1 sebanyak tiga file, dengan cara ketik :
    • touch bonek1.txt
    • touch bonek2.txt
    • touch bonek3.txt
selanjutnya untuk melihat hasil 3 file yg sudah di boat maka ketik ls -li:
Untuk Menganti perintah hak akses maka ketik :
    • chmod 547 bonek1.txt
    • chmod 724 bonek2.txt
    • chmod 777 bonek3.txt

3. Ketik exit untuk keluar dari user1
Membuat File di User2, Pertama Kita harus login dulu di user2.
1. Caranya ketik sudo login user2 :
 
2. Setelah itu kita membuat file di dalam user2 sebanyak tiga file, dengan cara ketik :
    • touch persebaya1.txt
    • touch persebaya2.txt
    • touch persebaya3.txt
selanjutnya untuk melihat hasil 3 file yg sudah di boat maka ketik ls -li:
 
Untuk Menganti perintah hak akses maka ketik :
    • chmod 765 persebaya1.txt
    • chmod 476 persebaya2.txt
    • chmod 555 persebaya3.txt
 
3. Ketik exit untuk keluar dari user2
Membuat File di User3, Pertama Kita harus login dulu di user3.
1. Caranya ketik sudo login user3 :


2. Setelah itu kita membuat file di dalam user3 sebanyak tiga file, dengan cara ketik :
    • touch persib1.txt
    • touch persib2.txt
    • touch persib3.txt
selanjutnya untuk melihat hasil 3 file yg sudah di boat maka ketik ls -li:

Untuk Menganti perintah hak akses maka ketik :
    • chmod 777 persib1.txt
    • chmod 776 persib2.txt
    • chmod 225 persib3.txt


3. Ketik exit untuk keluar dari user3
 
Cara Menambah/Membuat Group :
Langkah pertama kali membuat user kita masuk ke terminal, caranya adalah :
1. Buka Terminal
 
2. Untuk Create Group maka ketik groupadd <namagroup>
3. Ketik sudo groupadd group1, sudo groupadd group2, sudo groupadd group3
 
Selanjutnya untuk melihat hasil 3 group yg sudah di boat maka ketik cat /etc/group :

4. Cara Memasukkan User ke dalam Group :
ketik :
sudo adduser [namauser] [namagroup]
sudo adduser user1 group1
sudo adduser user2 group2
sudo adduser user3 group3

Selanjutnya untuk melihat hasil user yg sudah di masukkan ke dalam group maka ketik cat /etc/group :

Setting Network di Virtual Box

VirtualBox menjadi salah satu aplikasi virtualisasi populer saat ini. Karena fungsinya yang memungkinkan untuk menjalakan lebih dari satu sitem operasi pada sebuah komputer dalam satu waktu, menjadikan VirtualBox juga sering digunakan sebgai perangkat untuk membuat simulasi jaringan.


VirtualBox Network












Pada sebuah mesin virtual dalam VirtualBoxdimungkinkan memiliki lebih dari satu kartu jaringan virtual. Hanya saja, kadang pengguna kebingungan harus memilih setting yang bagaimana untuk menghubungkan OS guest dengan OS host. Begitupun ketika menginginkan koneksi internet pada host juga dapat digunakan oleh OS guestnya.
Tutorial berikut tidak akan mengulas semua fungsi setting jaringan yang dimiliki VirtualBox, namun hanya akan mengulas sedikit fungsi yang paling sering digunakan dan dibutuhkan pengguna kebanyakan. Sedangkan fungsi-fungsi yang lain dengan mudah dapat dipelajari melalui berkas bantuan yang disertakan VirtualBox maupun dari halaman bantuan dari situs resminya.
Jaringan NAT. Saat sebuah mesin virtual kita buat maka otomatis akan dibuat sebuah jaringan virtual menggunakan setting NAT pada Adapter 1. Setting jaringan NAT ini memungkinkan OS host yang memiliki koneksi internet untuk berbagi pakai dengan OS guest, artinya sistem guest juga dapat menggunakan koneksi internet yang dimiliki host tanpa memerlukan pengaturan lebih lanjut.
VirtualBox Network
Jaringan Bridged Adapter. Jaringan ini memungkinkan OS guest dalam mesin virtual terhubung dengan host dan ke jaringan yang dimiliki OS host yang menjalankannya. Sebagai contoh, jika komputer terhubung dengan dua komputer lain melalui jaringan dengan IP komputer pertama adalah 192.168.20.1, komputer kedua 192.168.20.2 dan komputer ketiga 192.168.20.3, maka OS pada mesin virtual dapat terhubung dengan ketiga komputer yang ada dengan mengatur jaringan yang dimiliki ke mode bridge dengan kartu jaringan yang dimiliki hostnya. Misalnya komputer host terhubung ke jaringan menggunakan eth0 maka adapter jaringan mesin virtual dapat disetting bridge dengan eth0 lalu mengatur IP pada OS guest menjadi 192.168.20.4 atau yang lainnya sepanjang masih dalam satu struktur jaringan.
VirtualBox Network
Namun, untuk menggunakan jaringan dengan mode Bridge tersebut memiliki syarat yang harus terpenuhi, syaratnya adalah adapter host yang dijadikan bridge HARUS terhubung ke jaringan, jika tidak maka keinginan untuk menghubungkan host dengan guest melalui jaringan hanya akan menjadi mimpi belaka.
Jaringan Host-only Adapter. Jenis jaringan virtual ini memungkinkan untuk menghubungkan OS guest dengan OS host seakan terhubung melalui jaringan. Berbeda dengan mode Bridge, Host-only tidak mengharuskan host terhubung ke jaringan.
Pada host Linux, mode Host-only memerlukan adapter virtual vboxnet0, vboxnet1 dan seterusnya untuk menghubungkan guest dengan host. Bagai mana cara mengaktifkan adapter virtual supaya bisa menggunakan mode Host-only pada host Linux? ikutilah panduan berikut…
Jalankan VirtualBox lalu pilih menu Files –> Preferences… Pada jendela “VirtualBox Settings” yang ditampilkan pilih pada bagian “Network“…
VirtualBox Network
Pada bagian sebelah kanan, klik ikon “Add host-only network…” untuk menambahkan adapter virtual vboxnet0 dan seterusnya…
VirtualBox Network
Untuk menggunaan vboxnet0 pada sebuah mesin virtual, pilih mesin virtual yang akan dihubungkan dengan host menggunakan Host-only Adapter lalu pilih menu “Settings“, pada jendela settings bagian “Network” pilih tab “Adapter 2” lalu aktifkan dengan mencentang “Enable Network Adapter“. Pada bagian “Attached to:” pilih “Host-only Adapter“…
VirtualBox Network
Simpan setting lalu jalankan mesin virtual, kini Anda sudah dapat mulai mengatur koneksi jaringan antara host dengan guest menggunakan mode Host-only Adapter…

Cara install Linux Ubuntu dengan Virtual Box

Aplikasi VirtualBox adalah aplikasi yang berbasis open source yang disediakan oleh oracle baik untuk system operasi windows, Mac Os, linux dan Solaris OS untuk menginstall virtual machine didalam machine atau system operasi yang sudah ada. Contoh kasus kita sudah mempunyai system operasi Windows Seven, karena kita ingin belajar untuk menggunakan system operasi lain seperti linux atau Mac Os maka kita ingin menginstall OS tersebut ke PC kita yang pada awalnya sudah mempunyai system operasi.Untuk contoh kasus ini kita tidak usah menginstall OS tersebut dengan menyediakan partisi baru untuk membuat dual boot tetapi cukup kita membuat Virtual Machine di PC kita dengan cara menginstall program Virtual Box ke PC atau Laptop kita dan menginstall OS Virtual di Virtual Box.Silahkan Klick disini untuk download Virtual Box 4.2.12
Langkah - langkah membuat Virtual MachineDownload software  VirtualBox 
  1. Install VirtualBox
Click Next
Click Next
Click Next
Click Next Untuk mengisntall virtual networking feature
Click Install untuk melanjutkan proses penginstallan
Click Next
 
Click Next Click install untuk menginstall


Click install
Click Finish Selanjutnya adalah langkah untuk menginstall OS ubuntu di Virtual Machine yang telah di install
Jalankan Virtualbox Seperti Gambar ini
  1. Click New maka akan muncul window Create New Virtual Mechine maka click Next.Isi form Name dan di pilihan Operation System silahkan anda memilih linux Dan pili Version Ubuntu seperti gambar ini


 




Selanjutnya click next dan kita masuk ke tahap menentukkan besar memory yang anda perluh, standardnya 512 MB. Click Next.

Di Tahap Virtual Hard Disk silahkan pilih Create New Hard Disk dan Next, dan Next lagi kita masuk ke tahap menentukkan besar virtual disk file location yang anda perluh, standardnya 8 Giga dan click Create maka akan muncul gambar sepertidari gambar diatas menunjukkan bahwa anda sudah berhasil menginstall Virtual Machine di dalam Machine atau OS anda. Maka langkah selanjutnya adalah menginstall OS ubuntu di Virtual machine kita. langsung saja.... hehehe
=> Click Start
=> Muncul Window Firts Run Winzard dan Click "Next"
=> Click di icon Folder yang ada di bagian kanan dan pilih ISO ubuntu dan Click "Start" maka akan muncul tampilan

=>  Tahap Install, pilih bahasa yang diinginkan dan pilih Try Ubuntu untuk menjalangkan ubuntu live dan Click Install Ubuntu untuk menginstall ubuntu ke system anda, disini anda haru click Install Ubuntu
=> Click Forward
=> Di Allocate Drive Space silahkan anda pilih "Specify Partition Manually" dan Click Forward
=> Di Allocate Drive silahkan click "New Partition Table" maka muncul jendela kecil "Create New Empty partition" dan anda cukup pilih "Continue"

  1. =>Pilih "Install Now" dan muncul tampilan

=> Isi data anda di tampilan selanjutnya dan jangan lupa password. dan click Forward.
=> Tunggu sampai proses penginstallannya selesai maka system akan restart dan muncul tampilan seperti gambar di bawah....heheheh
 
Dari Gambar diatas menunjukkan anda sudah selesai menginstall Ubuntu 10.10 ke Virtual Machine anda... Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat...

Sejarah LINUX

        Linux adalah nama yang diberikan kepada sistem operasi komputer bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya, kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
Nama “Linux” berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh Linus Torvalds. Sistemnya, peralatan sistem dan pustakanya umumnya berasal dari sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya nama alternatif GNU/Linux.
        Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti Intel, Dell, Hewlett-Packard, IBM, Novell, Oracle Corporation, Red Hat, dan Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis perangkat keras komputer, termasuk komputer desktop, superkomputer, dan sistem benam seperti pembaca buku elektronik, sistem permainan video (PlayStation 2, PlayStation 3 dan XBox), telepon genggam dan router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (opensource software).
         Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah distribusi Linux (Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti server web, bahasa pemrograman, basisdata, tampilan desktop (desktop environment) seperti GNOME,KDE dan Xfce juga memiliki paket aplikasi perkantoran (office suite) seperti OpenOffice.org, KOffice, Abiword, Gnumeric dan LibreOffice.
Sistem operasi Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun 1960-an dan pertama kali dirilis pada 1970. Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Logo Linux
Logo Linux (Tux) dimulai saat Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan itu lah Linus Torvalds di patok oleh sekor Pinguin dan demam selama berhari. Ia berfikir bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo dari sistem operasi barunya itu. Maka diadakan sebuah kompetisi untuk mendesain Logo Linux yang baru, dan kompetisi itu dimenangkan oleh Larry Ewing yang berhasil menggambarkan seekor pinguin yang sedang duduk.
Proyek GNU
Proyek GNU yang mulai pada 1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas perangkat lunak bebas. Tahun 1985, Richard Stallman mendirikan Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan Lisensi Publik Umum GNU (GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka, kompiler, penyunting teks, shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun 1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti device driver, jurik dan kernel masih belum selesai pada saat itu. Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya sendiri.
MINIX
MINIX, sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis dirilis oleh Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0 tercantum dalam bukunya Operating Systems: Design and Implementation. Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh Prentice Hall. Sebagai tambahan, disain versi 16-bit dari MINIX kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi 32-bit dari arsitektur Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di Universitas Helsinki. Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadi kernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah artikel di Usenet, mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman. Dalam artikelnya, ia mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah “kesalahan mendasar”. Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan kepada model mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari sistem benam sampai superkomputer, dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi server web dengan aplikasi LAMP-nya yang populer. Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung pengembangan komponen GNU. Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel, komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam bentuk distribusi Linux.
Desain
Linux merupakan sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu 1970-an hingga 1980-an. Linux menggunakan sebuah kernel monolitik, kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan, periferal dan pengaksesan sistem berkas. Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.
Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel. Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan shell dan peralatan-peralatan yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap dengan sebuah antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas X Window System.
Pengembangan
Sebuah ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi bertipe Unix menunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun memiliki konsep dan disain arsitektur yang sama, Linux tidak memiliki kode sumber yang tidak bebas seperti halnya Unix atau Minix.
Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada kernel Linux dan komponen-komponennya yang bebas dan terbuka. Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut, walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan. Beberapa lisensi perangkat lunak bebas dan sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian copyleft harus juga merupakan copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum, GNU GPL, adalah sebuah bentuk copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar POSIX, SUS, ISO dan ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi, dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang dinamakan distribusi Linux.
Sebuah distribusi Linux, yang umum disebut dengan “distro”, adalah sebuah proyek yang bertujuan untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux. Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat lunak sistem dan aplikasi dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.
Komunitas
Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya. Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri dengan dasar kesukarelaan. Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang Red Hat lakukan dengan Fedora.
Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama Kelompok Pengguna Linux (Linux Users Group atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi, pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara gratis. Ada banyak juga komunitas Internet yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux. Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang memiliki ruang percakapan IRC atau newsgroup. Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh: LinuxQuestions.org dan forum Gentoo. Distribusi Linux memiliki milis dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.
Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux. Linux Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang berkaitan dengan Linux. Sementara itu Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis setiap bulan. Slashdot adalah situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas. Groklaw memiliki berita mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan GNU dalam proyek GNU. Majalah Linux cetakan umumnya memiliki cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.
Walaupun Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan, dukungan dan kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini termasuk Dell, IBM, HP, Sun Microsystems, Novell, dan Red Hat. Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit mengakomodasi komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor individual dapat dilihat sebagai suatu simbiosis. Satu model bisnis yang umum dari pemasok komersial yaitu dengan mengenakan biaya atas dukungan khususnya terhadap pengguna-pengguna kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain adalah dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan perangkat keras.
Pemrograman di Linux
Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam GNU toolchain, yang terdiri atas GNU Compiler Collection (GCC) dan GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk Ada, C, C++, Java, dan Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk Perl, Ruby, Python dan bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah C# dengan proyek Mono yang disponsori oleh Novell, dan Scheme. Sejumlah Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah GNOME dan KDE. Proyek-proyek ini berbasiskan GTK+ dan Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk Integrated development environment terdapat Anjuta, Code::Blocks, Eclipse, KDevelop, Lazarus, MonoDevelop, NetBeans, dan Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah Vim dan Emacs.
FUNGSI LINUX
Linux selain dapat digunakan untuk kalangan pengguna rumahan (workstation), dimana aplikasi serta tampilannya yang sudah sangat ramah dengan pengguna. Untuk skala pengguna yang lebih khusus di server, dapat diklasifikasikan secara sederhana pengimplementasiannya, diantaranya sebagai berikut:
-Sebagai server web, baik untuk external (terhubung dalam jaringan internet), maupun internal (internet).
 Contoh aplikasi: Apache.
-Sebagai server email.
Contoh aplikasi: Postfix.
-Berbagai macam aplikasi server seperti FTP dan IRC.
Contoh aplikasi: Proftpd.
-Sebagai server DNS, yang digunakan untuk me-resolve nama domain dari LAN internal ataupun dalam komunikasi jaringan internet.
Contoh aplikasi: Blind.
-Digunakan dalam system Clustering, dimana sumber daya lebih dari satu CPU akan digabungkan, sehingga tujuan akhirnya adalah membentuk suatu system computer yang lebih kuat dan cepat.
Contoh aplikasi: Implementasi Beowulf clustering.
Interaksi dengan system operasi lain, dilakukan melalui tiga cara:
  • Kompatibilitas file dan system file
  • Kompabilitas jaringan
  • Emulasi (simulasi) system operasi.
       Contoh aplikasi: Vmware.